republikberita.com (Kab. Bandung) – Dinamika politik internal Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Bandung memasuki babak penting. Musyawarah Cabang (Muscab) yang digelar di Soreang, Rabu (8/4/2026), menjadi momentum penentuan arah kepemimpinan sekaligus penyusunan strategi partai ke depan.
Kegiatan ini merupakan bagian dari amanat konstitusi partai yang dilaksanakan sesuai dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART). Dalam forum tersebut, sejumlah agenda krusial dibahas melalui sidang pleno, mulai dari penyusunan tata tertib, perumusan program kerja, hingga penetapan calon pimpinan Tanfidz dan Dewan Syuro PKB Kabupaten Bandung.
Ketua DPC PKB Kabupaten Bandung periode 2021-2026, Dadang Supriatna, menjelaskan bahwa Muscab menjadi ruang evaluasi sekaligus konsolidasi seluruh elemen partai. Ia menegaskan, keputusan-keputusan yang dihasilkan akan menjadi pijakan strategis bagi perjalanan PKB di tingkat daerah.
“Dalam Muscab ini ada beberapa sidang pleno yang kita laksanakan, mulai dari pembahasan tata tertib, program kerja, hingga penetapan calon pimpinan Tanfidz dan Dewan Syuro,” ujar Dadang.
Dalam kesempatan tersebut, Dadang juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat Kabupaten Bandung yang telah memberikan dukungan signifikan kepada PKB pada Pemilu lalu. Dukungan tersebut mengantarkan PKB meraih suara terbanyak di daerah tersebut.
“Ini bukan hasil perseorangan, melainkan kerja kolektif. Ada peran tokoh nasional kita Kang Haji Cucun, para alim ulama, seluruh pengurus partai, anggota Fraksi DPRD Kabupaten Bandung, hingga para relawan,” katanya.
Ia menambahkan, capaian tersebut menjadi tanggung jawab besar bagi seluruh kader untuk terus menjaga kepercayaan publik. Dadang yang juga menjabat sebagai Bupati Bandung mengakui, selama masa kepemimpinannya masih terdapat sejumlah kekurangan.
“Saya pribadi memohon maaf jika selama memimpin masih ada kekurangan. Ke depan, kami berkomitmen untuk terus memberikan yang terbaik bagi masyarakat Kabupaten Bandung,” ucapnya.
Dalam forum Muscab tersebut, sejumlah nama mencuat sebagai kandidat Ketua Tanfidz atau Ketua DPC PKB Kabupaten Bandung periode berikutnya. Di antaranya Dadang Supriatna, Ketua DPRD Kabupaten Bandung Renie Rahayu Fauzi, Ketua Fraksi PKB DPRD Kabupaten Bandung Tarya Witarsa, serta Bendahara DPC PKB Kabupaten Bandung Hadiat.
Munculnya beberapa kandidat ini mencerminkan dinamika internal partai yang berjalan kompetitif namun tetap dalam koridor organisasi. Muscab diharapkan mampu menghasilkan kepemimpinan yang solid dan mampu menjawab tantangan politik ke depan, sekaligus memperkuat posisi PKB di Kabupaten Bandung.















