republikberita.id (Kab. Bandung Barat) – Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN) Jawa Barat bekerja sama dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Republik Indonesia dan Baznas Provinsi Jawa Barat menggelar Training of Trainers (T-O-T) Pengajar Al-Qur’an Bahasa Isyarat bagi para guru serta tenaga pendidik penyandang disabilitas sensorik rungu wicara.
Kegiatan yang berlangsung di Aula SLBN Kabupaten Bandung Barat itu menjadi bagian dari upaya pemerintah memperluas akses pembelajaran agama bagi masyarakat difabel, khususnya tuna rungu dan tuna wicara.
Sedikitnya 33 peserta mengikuti pelatihan ini, terdiri dari guru-guru SLB, Sahabat Tuli, serta penyuluh agama dari KUA di wilayah Kabupaten Bandung Barat dan Cianjur. Melalui program ini, peserta mendapatkan pembekalan metode pengajaran Al-Qur’an berbasis bahasa isyarat yang dapat langsung diterapkan di sekolah atau lingkungan tempat mereka bertugas.
Kepala SLBN Kabupaten Bandung Barat, Dewi Wulandari, menyampaikan bahwa T-O-T ini merupakan bagian dari program pengibasan pelatihan pengajar isyarat Al-Qur’an yang diprakarsai Baznas RI dan Baznas Jawa Barat. Ia menuturkan,
“Kegiatan ini kami gelar untuk memperluas kemampuan guru-guru SLB dalam menyampaikan pembelajaran agama, terutama Al-Qur’an isyarat. Kami mengundang peserta dari Kabupaten Cianjur dan Bandung Barat agar manfaatnya lebih merata,” ujar Dewi.
Dewi juga mengatakan bahwa proses pembelajaran agama bagi siswa berkebutuhan khusus selama ini menghadapi tantangan besar.
“Kami juga mengalami kesulitan dalam menyampaikan pembelajaran pendidikan agama, terutama Al-Qur’an isyarat, karena membutuhkan teknik yang benar-benar dipahami dan dikuasai,” tuturnya.
Ia menambahkan bahwa pelibatan narasumber tuli merupakan langkah penting.
“Alhamdulillah narasumber kali ini merupakan alumni dan juga teman tuli yang akan berbagi praktik baiknya. Ini sangat membantu guru-guru dalam memahami metode yang tepat,” katanya.
Lebih jauh, Dewi berharap ilmu yang diterima guru SLB dapat segera diterapkan.
“Harapannya setelah mengikuti program T-O-T ini, para guru bisa langsung menyampaikan pembelajaran isyarat Al-Qur’an kepada anak-anak di sekolah masing-masing. Karena kalau tidak diajarkan oleh ahlinya, pemahaman guru terhadap isyarat bisa kurang tepat,” ujarnya.
Sementara itu, peserta pelatihan sekaligus penyuluh agama dari Kementerian Agama, Maman Abdurahman, menilai program ini sangat strategis dalam mempercepat akses pembelajaran bagi anak-anak disabilitas.
“Penyelenggaraan kegiatan ini adalah wujud hadirnya pemerintah dalam memberikan hak-hak bagi warga negara untuk bisa membaca Al-Qur’an,” katanya.
Maman mengungkapkan bahwa pihaknya sering menemui hambatan ketika mengajarkan Al-Qur’an kepada anak-anak tuna rungu.
“Kami dari KUA juga mengalami kesulitan dalam menyampaikan cara membaca Al-Qur’an kepada anak-anak disabilitas. Karena itu, dengan adanya pelatihan ini kita bisa membantu mempercepat proses anak-anak belajar Al-Qur’an,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara KUA, guru-guru SLB, dan Baznas.
“Peran guru-guru SLB sangat luar biasa. Dengan kolaborasi ini, kami sebagai penyuluh agama mendapatkan banyak pengetahuan baru yang bisa kami terapkan di lapangan, mudah-mudahan peran Baznas dan pemerintah dapat terus membantu anak-anak membaca Al-Qur’an dengan baik,” tambahnya.
Program T-O-T ini digelar sebagai respons atas masih tingginya angka masyarakat berkebutuhan khusus yang belum mampu membaca, memahami, dan mengamalkan Al-Qur’an.
Melalui kegiatan ini, Baznas bersama SLBN Jawa Barat berharap dapat mencetak tenaga pendidik terlatih yang mampu mendampingi penyandang tuna rungu dan tuna wicara dalam mempelajari Al-Qur’an melalui metode yang ramah, sesuai kebutuhan komunikasi, serta mudah dipahami.
Melalui program ini, diharapkan lahir para pengajar yang mampu mendampingi dan membimbing anak-anak berkebutuhan khusus agar dapat membaca dan memahami Al-Qur’an dengan cara yang sesuai kebutuhan mereka. Program ini sekaligus menjadi komitmen bersama dalam memperkuat pendidikan inklusif berbasis nilai-nilai keagamaan di Provinsi Jabar.















